Tinjauan fundamental

Minggu lalu harga emas kembali terkoreksi dan ditutup pada level USD 1195.81 per Troy Ounce, dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya yang 1200.82. Pelemahan terutama disebabkan oleh membaiknya data fundamental AS, yaitu ISM Manufacturing dan Non Manufacturing, serta data tenaga kerja bulan Agustus. Fokus pelaku pasar terutama pada data Non Farm Payroll yang naik 201,000 job (versus estimasi 191,000), dan upah rata-rata per jam yang naik 0.4% (estimasi 0.2%). Upah rata-rata y/y bahkan naik 2.9%, tertinggi dalam 9 tahun terakhir.

Dengan membaiknya data tenaga kerja bulan Agustus, maka hampir bisa dipastikan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada meeting-nya tanggal 26-27 mendatang. Perkiraan dari CME FedWatch telah menunjukkan kemungkinan 99.8% suku bunga akan naik sebesar 0.25% pada akhir September ini.

Namun demikian, pelemahan harga emas pasca rilis data tenaga kerja akhir pekan lalu tidak signifikan. Masalah perang dagang dan ancaman krisis di negara-negara berkembang membayangi penguatan Greenback. Jum’at lalu, presiden AS Donald Trump telah mengumumkan ancaman kenaikan tarif baru terhadap China sebesar USD 267 milyar. Sebelumnya Trump juga mengancam akan menarik diri dari NAFTA jika perundingan dengan Kanada mengalami kebuntuan, dan mengisyaratkan bahwa Jepang akan menjadi sasaran perang dagang berikutnya.

Secara fundamental, sebagian analis memperkirakan emas mungkin masih bisa menguat minggu ini meski tidak signifikan, namun dalam jangka menengah panjang masih cenderung bearish. Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini adalah CPI, Retail Sales, PPI, kepercayaan konsumen UoM, JOLTS, pidato Fed Brainard, Fed Quarles dan Fed Bostic.

TEKNIKAL

Chart daily:

Secara teknikal masih cenderung koreksi bullish, menyusul terbentuknya double bottom candle pada level 1191. Kecenderungan tersebut didukung oleh:
1. Harga yang masih berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR yang berada di bawah bar candlestick.
2. Kurva indikator masih MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA juga berada di atas level 0.00.

Resistance kuat pada kurva ema 34 dan level Fibo Retracement 50% (1212.71). Konfirmasi buy jika kurva indikator RSI telah menembus center line (level 50.0) dan bergerak di atasnya.

Level pivot mingguan : 1197.38

Resistance : 1200.17 (level 38.2% Fibonacci retracement) ; 1212.71 (50% Fibonacci retracement) ; 1225.26 (61.8% Fibonacci retracement) ; 1235.10 ; 1240.50 (76.4% Fibonacci retracement) ; 1255.50 ; 1265.80 ; 1275.30 ; 1281.96 ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1191.00 ; 1185.00 (23.6% Fibonacci retracement) ; 1172.40 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: simple moving average (sma) 200 dan ema 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14).

Fibonacci retracement :
Titik swing high : 1265.80 (harga tertinggi 9 Juli 2018)
Titik swing low : 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018)